idekulinerran - Bicara soal sajian penutup yang memikat, dessert manis ala cafe selalu punya daya tarik tersendiri. Penampilannya cantik, teksturnya lembut, dan rasanya kaya—seolah menyampaikan seni di atas piring. Tapi, apakah hanya bisa dinikmati di tempat fancy dengan harga tinggi? Tidak juga. Berbekal pengalaman pribadi dan banyak eksperimen dapur, saya menemukan bahwa dessert ala cafe bisa banget dibuat sendiri di rumah—bahkan dengan alat dan bahan sederhana.
Beberapa resep saya adaptasi dari buku-buku pastry modern, pengalaman pribadi saat kursus baking, dan tentu saja trial error di dapur sendiri. Dalam artikel ini, saya akan membagikan ide-ide jajanan dessert yang tidak hanya lezat dan cantik, tapi juga membawa sensasi makan di cafe ke meja makan kamu. Dan tentu, semua resep ini mengusung semangat http://dessert manis ala cafe.
Mille Crepe Strawberry: Ikon Kafe yang Bisa Dibuat Sendiri
Saya pertama kali jatuh cinta pada mille
crepe cake saat nongkrong di sebuah kafe artisan di Jakarta Selatan. Setiap
lapisan crepe yang tipis, berpadu dengan whipped cream vanilla dan potongan
stroberi segar, langsung memikat. Setelah itu saya merasa harus bisa membuatnya
sendiri.
Untuk membuat versi homemade, saya
mengikuti metode dari channel YouTube Just One Cookbook—dengan beberapa
penyesuaian. Kuncinya adalah:
- Mengistirahatkan adonan crepe minimal 30 menit
- Menggunakan teflon antilengket ukuran 18 cm
- Melapisi setiap lapisan dengan krim tipis agar tidak
mudah miring
Tips saya: simpan mille crepe semalaman di kulkas agar set dan mudah dipotong. Hasilnya? Rasanya sangat mirip dengan versi kafe, dan tampilannya bisa kamu hias dengan icing sugar atau edible flower agar lebih estetik.
Panna Cotta Matcha dengan Saus Red Bean
Panna cotta adalah salah satu
dessert Italia yang kini banyak diadaptasi menjadi menu andalan kafe. Saya
bereksperimen membuat versi Jepang-nya: Matcha Panna Cotta. Rasanya
earthy, lembut, dan mewah. Saus kacang merah manis di atasnya membuatnya
semakin seimbang.
Saya belajar resep ini dari
pengalaman mengikuti demo masak oleh chef pastry Jepang di sebuah event F&B
di Surabaya. Chef tersebut menekankan pentingnya menggunakan matcha culinary
grade, bukan green tea biasa.
Berikut ringkasan resepnya:
- 400 ml krim cair
- 1 sdm bubuk matcha, disaring
- 2 sdm gula pasir
- 1,5 sdt gelatin bubuk (larutkan di air dingin)
- Red bean paste untuk topping
Triknya adalah mengaduk bubuk matcha dalam sedikit krim hangat terlebih dahulu agar larut sempurna tanpa gumpalan. Setelah semua bahan tercampur, dinginkan minimal 4 jam.
Souffle
Pancake Lembut Setinggi Harapan
Siapa bilang souffle pancake hanya
bisa dinikmati di kafe Instagramable? Saya membuatnya sendiri setelah beberapa
kali gagal—mulai dari terlalu cepat mengempis, hingga gosong luar tapi mentah
dalam. Tapi begitu tahu triknya, kamu akan ketagihan bikin sendiri.
Souffle pancake butuh teknik:
- Pisahkan kuning dan putih telur
- Kocok putih telur sampai soft peak, lalu campur ke
adonan kuning
- Masak dengan api sangat kecil dan tutup wajan
Saya menggunakan cetakan ring bulat agar bentuknya tinggi dan bulat sempurna. Pancake ini paling enak disajikan dengan whipped cream homemade dan sirup maple. Rasanya fluffy dan manis lembut—mirip kapas rasa vanilla!
Tiramisu
dalam Gelas: Gaya Modern dan Praktis
Tiramisu klasik Italia telah jadi
menu wajib hampir di semua kafe premium. Saya membuat versi gelasnya karena
praktis dan lebih higienis untuk porsi per orang. Resep ini saya pelajari saat
membantu teman chef di sebuah bakery di Bandung.
Bahan-bahannya:
- Ladyfinger
- Espresso atau kopi hitam tanpa gula
- Krim mascarpone, telur, dan gula
- Bubuk kakao
Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan telur mentah, jadi saya biasanya pasteurisasi kuning telur di atas uap sebelum dikocok. Untuk rasa lebih kaya, tambahkan sedikit Tia Maria (jika suka aroma kopi yang kuat).
Chocolate
Lava Cake: Lumer dalam Sekejap
Ini salah satu dessert manis ala
cafe yang jadi favorit semua usia. Saya biasa menyajikannya saat ada tamu
datang ke rumah. Lava cake ini kelihatan mewah, padahal hanya perlu 15 menit!
Trik penting:
- Jangan overbake (maks 7–8 menit)
- Gunakan cokelat batang berkualitas 70%
- Oles cetakan dengan mentega dan bubuk kakao agar mudah
dikeluarkan
Saya belajar langsung dari demo live pastry chef Prancis di hotel bintang lima. Dia bilang, “Rahasia utama lava cake bukan pada bahan, tapi pada waktu dan suhu.” Benar sekali—semenit terlalu lama bisa membuat lelehan tengahnya matang total.
Creme
Brulee dengan Rasa Lokal
Saya membuat creme brulee pandan
sebagai twist lokal dari dessert klasik Perancis. Krim lembut dengan sentuhan
aroma pandan, lalu dibakar dengan torch untuk karamelisasi gula di atasnya.
Pengalaman ini saya dapat saat
magang singkat di kitchen hotel bintang lima di Bali. Chef pastry di sana gemar
membuat fusion dessert yang tetap elegan namun dekat dengan palate lokal.
Tips: gunakan pandan segar yang diblender dan disaring untuk hasil rasa paling otentik. Sajikan dalam ramekin putih agar tetap berkesan premium.
Mango
Cheesecake in Jar: Favorit Musim Panas
Musim panas di Indonesia identik
dengan buah mangga manis dan menyegarkan. Saya suka membuat cheesecake
mangga tanpa oven di dalam jar—cantik, ringkas, dan bisa dijadikan hampers!
Bahannya sederhana:
- Cream cheese, whipped cream, gula halus
- Pure mangga matang
- Crushed biscuit untuk dasar
Triknya adalah menyaring pure mangga agar teksturnya benar-benar halus. Cheesecake ini bisa disajikan dingin dan cocok untuk pemula yang belum punya oven.
Kenapa
Artikel Ini Dibuat?
Saya menulis artikel ini karena
ingin berbagi pengalaman nyata membuat dessert rumahan yang punya rasa
dan tampilan seperti di kafe. Semua resep sudah saya coba berkali-kali, dan saya
sesuaikan dengan bahan lokal dan alat rumahan. Jadi siapa pun bisa mencobanya,
tanpa perlu modal besar atau pengalaman profesional.
Banyak konten tentang resep dessert di internet, tapi tak semuanya dibuat berdasarkan pengalaman langsung. Sebagian hanya menyalin resep tanpa mencoba. Saya ingin memberi nilai lebih lewat cerita, tips jujur, dan trik dapur yang benar-benar saya praktikkan.
Siapa
Penulis Artikel Ini?
Saya, Aulia, adalah food enthusiast
dan penulis konten kuliner dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mengulas tren
makanan urban. Saya pernah mengikuti beberapa pelatihan baking, magang singkat
di hotel, dan aktif membagikan resep serta foto hasil masakan saya di blog dan
media sosial.
Setiap resep yang saya bagikan sudah melalui proses uji coba dan dokumentasi visual. Saya juga rutin membaca literatur kuliner dan mengikuti workshop dari chef profesional untuk terus mengasah keahlian.
Penutup
yang Menggugah Selera
Membuat dessert manis ala cafe ternyata bukan hal yang menakutkan. Dengan bahan lokal, alat seadanya, dan panduan yang tepat, kamu bisa menciptakan sajian penutup yang tak hanya menggoda lidah, tapi juga indah untuk dipamerkan. Setiap gigitan menyimpan cerita, pengalaman, dan tentunya—kebanggaan sendiri karena kamu yang membuatnya.
Jika kamu ingin saya bantu buatkan
versi PDF, carousel Instagram, atau e-book dari konten ini, cukup beri tahu
saja!