7 Teknik Food Photography dengan HP ala Praktisi Kuliner

7 Teknik Food Photography dengan HP ala Praktisi Kuliner

idekulinerran - Dalam food photography, pemilihan angle sangat menentukan hasil akhir. Jika Anda menggunakan HP, ada tiga sudut utama yang bisa Anda eksplorasi:
flat lay (90°), eye-level (0°), dan angle 45°. Setiap sudut memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri. Misalnya, flat lay cocok untuk makanan berpola simetris seperti nasi tumpeng mini atau snack box, sementara sudut eye-level sangat efektif untuk minuman berlapis atau burger bertingkat.

Dari pengalaman pribadi, saya sering menggunakan angle 45° saat memotret makanan dengan tekstur berbeda, seperti lasagna atau nasi kebuli. Sudut ini memberikan kedalaman visual yang kuat dan memperlihatkan dimensi makanan secara alami. Uji coba di berbagai kondisi akan membantu Anda menemukan angle yang paling sesuai dengan jenis jajanan.

Gunakan Cahaya Alami Sebagai Sumber Penerangan Utama

Salah satu kesalahan umum pemula dalam food photography menggunakan HP adalah bergantung pada flash bawaan. Padahal, cahaya alami adalah aset terbaik. Jika memungkinkan, lakukan sesi foto di dekat jendela sekitar pukul 9–10 pagi atau 3–4 sore saat cahaya matahari masih lembut.

Saya biasa memotret makanan di meja kayu dekat jendela dapur. Cahaya dari samping (side lighting) memberikan efek highlight dan shadow yang seimbang. Jika cahaya terlalu kuat, cukup letakkan kertas kalkir atau tirai tipis sebagai diffuser. Praktik ini jauh lebih efektif dibanding filter digital karena mempertahankan warna asli makanan.

Setting Manual Kamera HP untuk Kontrol Maksimal

Banyak orang tidak sadar bahwa HP masa kini—terutama keluaran terbaru Android dan iPhone—memiliki fitur pro mode. Anda bisa mengatur ISO, white balance, shutter speed, dan fokus secara manual. Ini sangat membantu dalam mengontrol pencahayaan dan warna makanan agar tampil alami.

Contohnya, saat memotret makanan berkuah seperti soto betawi, saya atur white balance ke sekitar 4800K agar warna kuah tetap hangat, tidak kebiruan. ISO dijaga tetap rendah (sekitar 100–200) agar tidak muncul noise saat di-zoom. Teknik ini hanya bisa dipahami dengan latihan dan pengalaman langsung, bukan sekadar teori.

Eksperimen dengan Properti dan Background yang Sederhana

Alih-alih menggunakan background terlalu ramai, fokuslah pada elemen yang menonjolkan karakter makanan. Background polos seperti kain linen netral, alas kayu rustic, atau piring keramik matte akan mengarahkan perhatian ke objek utama.

Dalam sesi foto homemade martabak manis, saya menggunakan properti sederhana seperti talenan kayu, sendok aluminium vintage, dan serbet putih. Tujuannya adalah menciptakan nuansa rumahan namun tetap estetik. Komposisi juga saya atur menggunakan teknik rule of thirds agar foto lebih dinamis.

Optimalkan Komposisi dengan Bantuan Grid dan Mode Portrait

Hampir semua kamera HP saat ini menyediakan fitur grid. Aktifkan fitur ini agar Anda bisa menyusun makanan secara proporsional. Garis bantu ini membantu menentukan titik fokus serta penempatan elemen visual seperti garnish, minuman pendamping, atau peralatan makan.

Jika makanan utama Anda cukup menonjol, seperti steak atau rice bowl, cobalah mode portrait. Dengan depth effect (bokeh), latar belakang akan sedikit blur, memberi efek profesional seperti kamera DSLR. Namun, pastikan tidak semua elemen penting ikut kabur karena blur terlalu ekstrem bisa menghilangkan detail.


7 Teknik Food Photography dengan HP ala Praktisi Kuliner

Edit Foto Secara Natural, Jangan Terlalu Filtered

Setelah sesi pemotretan selesai, Anda bisa mengedit hasil foto dengan aplikasi seperti Snapseed, Lightroom Mobile, atau VSCO. Namun, ingat prinsip utama: jaga warna makanan tetap realistis. Jangan gunakan filter yang mengubah warna makanan menjadi tidak menggugah selera.

Biasanya saya hanya menyesuaikan exposure, contrast, dan vibrance, tanpa menyentuh saturasi secara berlebihan. Terutama untuk makanan berwarna hijau seperti salad atau sayur asem, terlalu banyak saturasi akan membuat warnanya tampak palsu. Keahlian mengedit secara minimalis ini hanya bisa diasah lewat pengalaman langsung.

Gunakan Format dan Ukuran Gambar Sesuai Platform

Tujuan akhir dari food photography dengan HP biasanya adalah untuk dibagikan di media sosial atau website. Maka dari itu, format dan komposisi foto harus disesuaikan. Untuk Instagram, rasio 4:5 atau square 1:1 paling ideal. Sedangkan untuk blog kuliner, landscape 16:9 akan terlihat lebih profesional.

Sebagai food blogger, saya sering menggabungkan beberapa foto dalam satu konten. Foto hero diletakkan di awal, lalu disusul dengan detail shot seperti tekstur, irisan dalam, atau step by step. Dengan cara ini, konten menjadi lebih informatif dan tidak sekadar visual semata, meningkatkan engagement sekaligus SEO gambar.

Tautkan ke Sumber Tips Food Photography Lainnya

Jika Anda ingin memperluas referensi teknik memotret makanan menggunakan HP, Anda bisa baca juga artikel seputar tips food photography dengan HP yang mengulas pengalaman fotografer makanan profesional dalam berbagai kondisi. Sumber semacam ini dapat menjadi pelengkap ilmu praktis yang lebih mendalam dan berbasis pengalaman nyata.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama