idekulinerran- Memasak hidangan lezat tidak hanya ditentukan oleh resep yang digunakan, tetapi juga kualitas bahan baku, terutama daging. Bagi banyak orang, memilih daging segar yang berkualitas masih menjadi tantangan. Apalagi di tengah maraknya penjual daging beku atau daging yang tampak segar tapi ternyata tidak layak konsumsi, kemampuan untuk membedakan mana yang benar-benar segar dan sehat menjadi keterampilan yang sangat penting.
Artikel ini dibuat berdasarkan
pengalaman langsung penulis dalam berbelanja di berbagai pasar tradisional dan
supermarket di Jakarta dan Bogor, wawancara dengan pedagang daging lokal, serta
rujukan dari lembaga pangan seperti BPOM dan FAO. Semua tips praktis di sini
bertujuan membantu masyarakat umum agar lebih yakin saat membeli daging,
terutama untuk kebutuhan masak sehari-hari di rumah.
Ciri Fisik Daging Segar yang Mudah Dikenali
Langkah pertama sebelum membeli
daging adalah mengenali ciri fisik daging segar. Warna, aroma, dan tekstur
daging bisa menjadi indikator utama.
Daging sapi yang segar memiliki
warna merah cerah, bukan merah tua apalagi kecokelatan. Jika warnanya terlalu
pucat, bisa jadi itu adalah daging beku yang telah dicairkan. Sentuhan
teksturnya harus kenyal, tidak lembek, dan tidak meninggalkan bekas jari ketika
ditekan.
Aroma juga menjadi penanda penting.
Daging segar berbau khas sapi yang alami, tidak asam atau amis berlebihan. Jika
tercium bau menyengat atau tidak biasa, sebaiknya hindari membeli daging
tersebut. Jangan terkecoh oleh daging yang terlihat bagus di etalase tapi
ternyata berbau tidak sedap setelah dibuka.
Kenali Asal Daging: Lokal, Impor, atau Beku?
Banyak orang tertipu oleh tampilan
daging yang seolah-olah segar padahal adalah daging impor beku. Meski tidak
selalu buruk, daging beku sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan karena
kualitasnya bisa berbeda dengan daging segar.
Daging lokal umumnya lebih segar
karena proses distribusinya lebih singkat. Namun, harganya bisa lebih tinggi.
Sementara itu, daging impor cenderung lebih murah karena dijual dalam bentuk
beku. Jika Anda ingin membeli daging beku, pastikan proses pembekuannya
mengikuti standar cold chain yang tepat.
Waspadai pula praktik mencairkan
daging beku dan menjualnya seolah-olah sebagai daging segar. Biasanya ini
terjadi di pasar yang tidak memiliki pengawasan ketat. Perhatikan label dan
tanyakan langsung ke penjual jika Anda ragu.
Pilih Tempat Beli yang Terpercaya
Berbelanja di tempat yang terpercaya
seperti toko daging spesialis atau supermarket besar bisa jadi pilihan aman.
Namun, bukan berarti pasar tradisional tidak layak. Beberapa penjual di pasar
bahkan punya standar kesegaran yang tinggi karena daging mereka dipotong dan
dijual di hari yang sama.
Ciri penjual daging terpercaya
antara lain: tempat jualan bersih, alat potong tajam dan higienis, serta tidak
menyimpan daging terlalu lama di suhu ruang. Selain itu, mereka juga akan jujur
saat Anda bertanya tentang asal usul daging.
Penulis sendiri mewawancarai dua pedagang daging di Pasar Kebayoran dan Pasar Anyar Bogor yang mengatakan mereka hanya menjual daging sapi potong pagi dari rumah potong hewan (RPH) resmi. Daging yang tidak habis dalam satu hari akan mereka olah atau buang, bukan dijual ulang keesokan harinya.
Jangan Tertipu Harga Miring
Harga memang bisa menjadi
pertimbangan, tetapi jangan jadikan harga sebagai patokan utama kualitas.
Daging segar umumnya memiliki rentang harga yang stabil. Jika Anda menemukan
harga yang terlalu murah dibanding pasaran, sebaiknya waspada.
Daging dengan harga jauh di bawah
pasar bisa saja berasal dari sapi tua, sapi afkir, atau bahkan telah melalui
proses pembekuan berulang. Dalam beberapa kasus ekstrem, daging bisa saja berasal
dari sapi yang tidak sehat. Hindari membeli daging hanya karena tergiur diskon
besar.
Perhatikan Lapisan Lemak
Lemak dalam daging juga bisa
menunjukkan kualitas. Lemak daging sapi yang baik berwarna putih krem dan
tersebar merata dalam bentuk marbling. Marbling ini membantu menghasilkan rasa
gurih alami saat dimasak, terutama untuk olahan seperti steak atau rendang.
Jika lemak terlihat kekuningan atau
terlalu keras, itu bisa jadi tanda bahwa daging berasal dari sapi tua.
Sementara lemak yang berbau menyengat atau berwarna aneh bisa menjadi penanda
kerusakan.
Waktu Pembelian yang Tepat
Waktu terbaik membeli daging adalah
di pagi hari. Pada jam-jam awal, terutama di pasar tradisional, daging baru
saja dipotong dan belum terpapar suhu ruang terlalu lama. Jika Anda berbelanja
siang atau sore hari, peluang mendapatkan daging yang segar tentu lebih kecil.
Di supermarket, pilih daging dari
rak pendingin bagian dalam atau daging yang baru diisi ulang. Hindari mengambil
daging yang posisinya di dekat pintu atau bagian depan yang terkena udara
hangat.
Tips Memilih Daging Segar Sesuai Jenis Masakan
Tidak semua daging cocok untuk semua
jenis masakan. Untuk membuat sop atau soto, pilih bagian yang berotot dan
sedikit berlemak seperti sandung lamur. Sedangkan untuk tumisan atau steak,
bagian has dalam (tenderloin) atau has luar (sirloin) lebih sesuai.
Jika Anda ingin mengetahui panduan
lengkap dan praktis seputar tips memilih daging segar, Anda bisa membaca
artikel referensi tambahan dari idekulinerran.blogspot.com.
Gunakan Pancaindra Anda: Lihat, Cium, Raba
Metode paling sederhana dan tetap
efektif dalam memilih daging adalah menggunakan pancaindra Anda. Jangan hanya
percaya pada label atau tampilan etalase. Lihat warna, cium aromanya, dan raba
teksturnya.
Kesegaran daging tidak bisa
sepenuhnya diukur dari kemasan vakum atau segel plastik. Penjual yang baik
biasanya akan mengizinkan pembeli untuk memeriksa langsung atau setidaknya
menunjukkan potongan baru jika diminta.
Simpan Daging dengan Cara yang Benar
Setelah membeli daging, segera
simpan dalam suhu dingin (4°C atau lebih rendah) jika tidak langsung dimasak.
Untuk penyimpanan lebih lama, daging bisa dibekukan dengan suhu -18°C. Gunakan
kantong vakum atau plastik kedap udara agar daging tidak berubah aroma dan
warna.
Kesalahan dalam penyimpanan sering kali menyebabkan daging berubah warna atau bahkan basi, meskipun saat dibeli masih dalam kondisi segar. Jangan membiarkan daging berada di suhu ruang lebih dari dua jam.