idekulinerran - Indonesia Dikenal Bukan Hanya Karena Ragam Makanannya, Tetapi Juga Kekayaan Minuman Tradisionalnya. Di Antara Semuanya, Minuman Hangat Dari Berbagai Daerah Punya Tempat Spesial Di Hati Masyarakat—Terutama Saat Musim Hujan Tiba. Salah Satu Yang Paling Dikenal Adalah Minuman Seperti Wedang Ronde, Yang Tak Hanya Menghangatkan Tubuh, Tapi Juga Punya Cerita Budaya Yang Kuat Di Baliknya.
Dalam Artikel Ini, Saya Akan
Membagikan Berbagai Jenis Minuman Tradisional Hangat Yang Pernah Saya Coba
Langsung Di Beberapa Daerah Indonesia. Dari Yang Berbahan Dasar Jahe,
Rempah-Rempah, Hingga Yang Menggunakan Santan Dan Ketan Hitam. Semua Punya Rasa
Unik Yang Tak Tergantikan.
1. Wedang Ronde, Pengalaman Hangat Di Jalan Malioboro
Saya Pertama Kali Menikmati Minuman Wedang
Ronde Langsung Di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Saat Malam Hujan Gerimis. Penjualnya
Menggunakan Gerobak Sederhana, Tapi Antreannya Panjang. Kuah Jahe Yang
Disajikan Panas Terasa Menyentuh Tenggorokan, Dengan Paduan Gula Merah Yang
Tidak Terlalu Manis.
Bola-Bola Ketan Isi Kacang Yang
Disajikan Di Dalamnya Lembut Dan Kenyal. Tambahan Kolang-Kaling Dan Potongan
Roti Tawar Memberi Tekstur Berbeda. Minuman Ini Bukan Sekadar Menghangatkan
Tubuh, Tapi Juga Membangkitkan Nostalgia. Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Banyak
Variasi Minuman Seperti Wedang Ronde, Kamu Bisa Mengunjungi Idekulinerran.Blogspot.Com.
2. Bandrek, Sensasi Pedas Dari Sunda
Di Bandung, Saya Mencicipi Bandrek
Asli Yang Dijual Di Kaki Lima Dekat Alun-Alun. Minuman Ini Berbahan Dasar Jahe
Yang Dibakar Lebih Dulu Agar Aroma Dan Rasa Pedasnya Keluar Maksimal. Lalu Ditambahkan
Gula Aren, Cengkeh, Dan Sedikit Santan.
Yang Menarik, Versi Lokalnya
Ditambah Irisan Kelapa Muda. Rasanya Unik: Pedas, Manis, Dan Creamy Sekaligus. Menurut
Penjualnya, Bandrek Sering Diminum Oleh Para Petani Atau Supir Angkot Saat
Malam Agar Tubuh Tetap Hangat. Ini Bukti Nyata Bahwa Minuman Tradisional Tak
Hanya Soal Rasa, Tapi Juga Bagian Dari Budaya Hidup.
3. Sekoteng, Si Manis Dari Jawa Tengah
Sekoteng Sekilas Mirip Wedang Ronde,
Tapi Berbeda Isian. Saat Saya Mampir Ke Solo, Saya Mencoba Sekoteng Khas Yang
Disajikan Dengan Kacang Tanah Sangrai, Potongan Roti Tawar, Kolang-Kaling,
Pacar Cina, Dan Kuah Jahe Manis.
Yang Membuat Saya Terkesan Adalah
Aroma Daun Pandan Di Kuahnya. Penjualnya Menjelaskan Bahwa Mereka Merebus Jahe
Dan Gula Batu Selama Lebih Dari Satu Jam Agar Aromanya Lebih Dalam. Minuman Ini
Biasanya Disajikan Malam Hari, Dan Memang Paling Nikmat Diminum Sambil Ngobrol
Santai Bersama Keluarga Atau Teman.
4. Wedang Uwuh, Minuman Rempah Dari Imogiri
Wedang Uwuh Adalah Minuman Unik Yang
Saya Temui Saat Berkunjung Ke Makam Raja-Raja Mataram Di Imogiri. Penampilannya
Merah Karena Menggunakan Secang, Dan Rasanya Cukup Kompleks: Perpaduan Jahe,
Kayu Manis, Cengkeh, Pala, Dan Daun Pala Kering.
Dalam Bahasa Jawa, “Uwuh” Berarti
Sampah, Karena Isiannya Tampak Seperti Dedaunan Yang Tercecer. Tapi Rasanya
Sangat Sehat Dan Kuat Di Tenggorokan. Ini Bukan Hanya Minuman, Tapi Juga Jamu
Alami. Banyak Masyarakat Setempat Meminumnya Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh,
Apalagi Saat Perubahan Musim.
5. Bajigur, Manis Hangat Dari Tanah Sunda
Saat Saya Menghadiri Acara Adat Di
Daerah Lembang, Saya Disuguhi Bajigur Yang Dibuat Langsung Dari Dapur Rumah. Minuman
Ini Menggabungkan Santan, Gula Merah, Jahe, Dan Sedikit Garam. Disajikan Hangat,
Biasanya Dengan Potongan Kolang-Kaling Atau Pisang Rebus Di Sampingnya.
Rasa Gurih Dan Manisnya Membuat Perut Terasa Nyaman. Menurut Ibu Rumah Tangga Yang Menyajikannya, Bajigur Dulunya Adalah Minuman Para Petani Saat Selesai Bekerja. Kini, Bajigur Juga Tersedia Dalam Versi Instan, Tapi Menurut Saya Versi Tradisional Tetap Tak Tergantikan.
6. Sarabba, Hangat Khas Makassar
Ketika Saya Melakukan Perjalanan
Kuliner Ke Makassar, Saya Mencoba Sarabba Yang Dijual Dekat Pantai Losari. Minuman
Ini Kaya Rasa: Terbuat Dari Jahe, Santan, Kuning Telur, Dan Merica Bubuk. Teksturnya
Lebih Kental Dari Bandrek Atau Bajigur.
Sarabba Adalah Minuman Khas Bugis Yang
Dipercaya Bisa Menguatkan Badan. Rasanya Pedas, Manis, Dan Gurih
Sekaligus—Dengan Aftertaste Jahe Yang Kuat. Cocok Diminum Saat Malam Atau Saat
Badan Mulai Lelah. Penjual Sarabba Bahkan Punya Resep Sendiri Dan Menggunakan
Telur Bebek Agar Rasanya Lebih Creamy.
7. Teh Talua, Tradisi Hangat Minang
Saat Ke Bukittinggi, Saya Sempat
Ragu Mencoba Teh Talua—Minuman Teh Dengan Kuning Telur Mentah. Tapi Setelah
Dijelaskan Bahwa Telur Dikocok Dengan Gula Hingga Mengembang Lalu Ditambahkan
Teh Panas, Saya Pun Penasaran.
Rasanya Creamy, Unik, Dan
Mengenyangkan. Aromanya Mirip Milk Tea, Tapi Ada Kekhasan Tersendiri. Banyak Warung
Kopi Di Sumatera Barat Menyajikan Teh Talua Sebagai Pengganti Sarapan Ringan. Teh
Ini Kaya Protein Dan Bisa Memberi Energi Tanpa Harus Makan Berat.
Minuman Seperti Wedang Ronde: Kekayaan Tradisi Nusantara
Tak Dapat Dimungkiri, Minuman
Seperti Wedang Ronde Merupakan Bagian Penting Dari Budaya Kuliner Indonesia.
Masing-Masing Daerah Punya Versi Minuman Hangatnya Sendiri. Baik Itu Berbahan
Dasar Jahe, Santan, Maupun Campuran Rempah-Rempah.
Apa Yang Saya Pelajari Dari
Pengalaman Mencicipi Langsung Minuman-Minuman Ini Adalah Bahwa Semuanya Bukan
Hanya Soal Rasa. Mereka Hadir Dari Keseharian Masyarakat, Diwariskan
Turun-Temurun, Dan Terus Bertahan Karena Fungsinya Yang Relevan—Menghangatkan,
Menyembuhkan, Bahkan Menenangkan Jiwa.
Jika Kamu Penasaran Dengan Lebih Banyak Variasi Minuman Tradisional, Termasuk Minuman Seperti Wedang Ronde, Kamu Bisa Melihat Rekomendasi Lainnya Di Idekulinerran.Blogspot.Com. Di Sana Ada Beragam Ide Menarik Yang Bisa Kamu Eksplorasi, Baik Untuk Dinikmati Sendiri Atau Sebagai Inspirasi Bisnis.

